Kamis, 20 September 2018

Resensi Manuk Prenjak Mabur ing Pengging

Resensi novel Manuk Prenjak Mabur ing Pengging

Novel basa jawa kang kakabar iki kanthi irah-irahan Manul Prenjak Mabur ing Pengging. Caritane aweh pratelan babagan para taruna kang seneng ngudi undhaking kawruh. Para taruna kang seneng ngudi undhaking kawruh. Para taruna kang suka olah rasakridaning cipta, jamak lumrah menawa kereo meguru marang sesepuh linuwi sing limpat ing ing seserepan.
Manuk prenjak iku dadi lamban manungsa kang grapyak sumanak, ngregani liyan lan suka pakurmatan. Prenjak nggater tegese aweh pralampita arep pikantuk rawuhe tamu agung. Sing kagungan dalem mesti wae bakal nemu kabejan. Ibarat karoban madu sari.
Mabur ing pengging mengu surasa gegayuhan luhur kag asumber saka ajarane para pujangga. Wong urip kudu gelem sregep sinau lan sengkut nyambut gawe kareban isa antuk kamulyan lan kabagya. Unen unen ii jumbuh karo santi, ngelmu iku kelakone kanthi lku. Novel iki sayekti ngemot piwulang urip kang becik.
Sumber :Novel Manuk Prenjak Mabur ing Pengging dari http://uny.ac.id, http://library.uny.ac.id

Selasa, 03 November 2015

Jenis-Jenis Norma Sosial

a. Norma Cara (usage)

Adalah aturan orang untuk bertindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Orang yang melanggar norma cara hanya akan mendapat sanksi dari masyarakat. Sanksi tersebut dapat berupa cemoohan, ejekan, atau teguran saja. Contoh norma cara, antara lain aturan tentang cara makan. Ketika ada yang melanggar, misalnya makan kemudiam bersendawa, tindakan tersebut dianggap tidak sopan dan akan dicemooh.



b. Norma Kebiasaan (folkways)

Kebiasaan merupakan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi bukti bahwa orang yang melakukannya menyukai atau menyadari perbuatannya. Kebiasaan ini apabila dilakukan sebagian masyarakat akan menjadi tradisi. Pelanggar dari norma ini biasanya memdapat sanksi berupa gunjingan. Contoh, kebiasaan mencium tangan orang tua ketika mau berangkat ke sekolah, memberi dengan tangan kanan, dan menyapa bila bertemu dengan orang lain. Ketika anggota masyarakat melanggar aturan tersebut, dia akan digunjing oleh warga masyatakat lain.





c. Norma Tata Kelakuan (mores)

Adalah norma yang bersumber dari filsafat, ajaran agama, atau ideologi yang dianut oleh masyarakat. Norma tata kelakuan dilakukan sebagai pengawas, baik secara sadar atau tidak oleh masyarakat terhadap amggotanya. Contoh norma tata kelakuan antara lain larangan berzina, berjudi, minum-minuman keras, dan mengunakan narkoba. Pelanggat dari aturan norma ini biasanya akan diberikan gelar atau cap oleh masyarakat, seperti pencuri, pezina, pemabuk, dan pemeras.




d. Norma Adat (custom)

Norma tidak tertulis tapi memiliki ikatan yang kuat. Tiap anggotanya yang melanggar norma ini akan mendapat sanksi cukup keras dan tegas, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pelanggar dari norma adat akan diberi sanksi sesuai dengan adat masyarakat yang berlaku. Ada banyak sanksi untuk pelanggaran terhadap norma adat seperti, dikucilakan, dicambuk, dibuang, dan dukeluarkan dari keanggotaan adat.





e. Norma Hukum (laws)

Norma hukum bersifat memaksa bagi siapapun tanpa kecuali. Birma hukum berisi larangan, hak, kewajiban, atau perintah. Norma hukum dibuat oleh pemerintah dengan bersumber dari undang undang untuk menjaga ketertiban dan keadilan dalam masyarakat. Norma hukum bersifat tertulis, seperti undang undang.



Sumber : Lks fokus ktsp 2006, sosiologi kelas X sem 1.


Sekian artikel dari saya. Jika banyak kurangnya mohon dikoreksi. Thanks

Sabtu, 04 April 2015

Ornamentasi Batik

terdapat setidaknya tiga tahapan proses dalam ornamentasi batik, yakni:

1. “Klowongan“, yang merupakan proses penggambaran dan pembentukan elemen dasar dari disain batik secara umum.
2. “Isen-isen“, yaitu proses pengisian bagian-bagian dari ornamen dari pola isen yang ditentukan. Terdapat beberapa pola yang biasa digunakan secara tradisional seperti motif cecek, sawut, cecek sawut, sisik melik, dan sebagainya.
3. Ornamentasi Harmoni, yaitu penempatan berbagai latar belakang dari desain secara keseluruhan sehingga menunjukkan harmonisasi secara umum. Pola yang digunakan biasanya adalah pola ukel, galar, gringsing, atau beberapa pengaturan yang menunjukkan modifikasi tertentu dari pola isen, misalnya sekar sedhah, rembyang, sekar pacar, dan sebagainya.

Rabu, 01 April 2015

Pengertian Organisasi



Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan.

4 Unsur dalam Organisasi


1. Sistem.
Organisasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub-subsistem atau bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lainnya dalam melakukan aktivitasnya. Contoh Organisasi : Karang Taruna, PKK, LKMP, LPMD, FKPPI, KNPI, OSIS, Dll.

2. Pola Aktivitas.
Aktivotas yang dilakukan oleh orang orang di dalam organisasi dalam pola tertentu. Urut-urutan pola aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dilaksanakan secara relatif teratur dan berulang-ulang misalnya dalam sekolah : diawali dari PPDB, KBM, UTS, UAS, UNAS, Dll.

3. Sekelompok Orang.
Organisasi pada dasarnya merupakan kumpulanborang-orang. Adanya keterbatasan pada diri manusia mendorongnya untuk membentuk organisasi.

4. Tujuan organisasi.
Kemampuan manusia baik fisik dan daya pikir terbatas, demikian juga waktu yang ada juga terbatas, sementara aktivitas yang harus dilakukan selalu meningkat maka hal itu memdorong manusia untuk membentuk suatu organisasi. Jadi dalam setiap organisasi terdiri dari sekelompok orang, kemudian berinteraksi, bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Selasa, 31 Maret 2015

Pengertian Politik



Politik adalah siasat/cara/taktik untuk
mencapai tujuan tertentu

Berbagai pendapat lain tentang Politik
1. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstutisional maupun non konstitusional.
2. Politik adalah perjuangan untuk memperoleh kekuasaan/teknik memjalankan kekuasaan.
3. Politik adalah usaha yang ditempuk warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
4. Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah dan negara.
5. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.
6. Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksamaan kebijakan publik.


Senin, 30 Maret 2015

pengertian min, max, sum, dan average

1. Min, min adalah menentukan nilai minimum data dalam suatu list/range.

2. Max, max adalah menentukan nilai maximum data dalam list/range.

3. Sum, sum adalah menjumlahkan data dalam suatu list/range.

4. Average, average adalah merata-ratakan data dalam list/range.

Sabtu, 28 Maret 2015

Pengertian Batik

Batik

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.

Etimologi

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".

 Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.